Dalam dunia logistik, satu kesalahan umum yang sering terjadi adalah menganggap semua barang bisa dikirim dengan cara yang sama. Padahal, kenyataannya setiap jenis barang memiliki karakteristik risiko, kebutuhan teknis, dan metode pengiriman yang berbeda.
Itulah sebabnya, bukan hanya barangnya yang perlu diperhatikan tapi juga jenis jasa ekspedisi yang dipakai. Salah memilih layanan bisa membuat barang rusak, tertahan, atau bahkan ditolak di pelabuhan.
Perhatikan 8 Kategori Barang yang Butuh Penanganan Khusus Saat Dikirim dibawah ini:
1. Barang Sensitif Suhu
Butuh layanan: Cold Chain Logistics / Reefer Transport
Barang yang sensitif suhu sangat bergantung pada kondisi lingkungan selama perjalanan. Sedikit saja suhu naik atau turun drastis, kualitasnya bisa langsung menurun.
Contoh:
Frozen food
Daging dan seafood
Produk susu (dairy)
Vaksin & obat biologis
Bunga segar
Barang seperti ini tidak boleh dikirim dengan truk bak biasa atau container biasa. Mereka harus dikirim menggunakan:
Reefer container (kontainer berpendingin)
Cold truck
Insulated box dengan ice gel
Jika dikirim lewat ekspedisi umum tanpa sistem pendingin, risiko rusak hampir pasti terjadi.
2. Barang Farmasi & Medis
Butuh layanan: Medical & Pharmaceutical Logistics
Produk medis menuntut ketepatan suhu, kebersihan, dan keamanan tinggi.
Contoh:
Obat-obatan
Alat kesehatan
Reagen lab
Cairan infus
Jenis barang ini tidak cukup hanya “dikirim cepat”. Mereka butuh:
Kendaraan bersih & tertutup
Kontrol suhu (jika diperlukan)
Handling khusus saat bongkar muat
Karena itu, barang farmasi idealnya dikirim oleh ekspedisi yang memiliki SOP medis, bukan cargo umum.
3. Bahan Kimia & Cairan
Butuh layanan: Chemical & Liquid Cargo
Bahan kimia tidak hanya berisiko bocor, tapi juga bisa:
Bereaksi dengan panas sampai meledak
Merusak barang lain
Berbahaya bagi manusia
Contoh:
Cat
Thinner
Alkohol industri
Oli
Cairan pembersih
Pengiriman bahan ini harus memakai:
Drum atau IBC tank
Pallet khusus
Kendaraan dengan izin bahan kimia
Ekspedisi reguler sering kali tidak menerima jenis barang ini tanpa deklarasi (pengirim harus memberi tahu admin ekspedisi secara tertulis bahwa: “Ini isinya bahan kimia / cairan / barang berbahaya, bukan barang biasa)
4. Barang Mudah Terbakar (Dangerous Goods)
Butuh layanan: DG Cargo / Dangerous Goods Handling
Contoh:
Tabung gas
Baterai lithium
Aerosol
Bahan bakar
Kembang api
Barang ini masuk kategori Dangerous Goods (DG) yang diatur secara ketat. Mereka butuh:
Kemasan DG
Label dan dokumen MSDS
Armada yang diizinkan
Hanya ekspedisi tertentu yang boleh menangani barang kiriman seperti ini.
5. Barang Mudah Pecah (Fragile)
Butuh layanan: Fragile Handling Cargo
Contoh:
Kaca
Keramik
Alat laboratorium
Peralatan Dapur
Lampu
Barang ini memerlukan:
Packing kayu yang sesuai standar
Bubble wrap tebal
Penataan khusus di kendaraan
Kirim kategori barang seperti ini harus juga ditangani jasa ekspedisi yang berpengalaman karena tidak semua perusahaan ekspedisi biasa menangani barang fragile.
6. Barang Elektronik Bernilai Tinggi
Butuh layanan: Secure Cargo / High Value Cargo
Contoh:
Laptop
Server
Mesin industri
Panel kontrol
Butuh:
Packing anti-shock
Asuransi
Sistem tracking
Gudang aman
Kirim barang kategori seperti ini risikonya sangat tinggi terhadap kerusakan dan kehilangan. Makanya dibutuhkan ekspedisi yang profesional dan amanah untuk dipakai layanannya.
7. Barang Besar & Berat
Butuh layanan: Heavy Cargo / Project Logistics
Contoh:
Genset
Mesin produksi
Alat berat
Lemari besi
Mereka butuh:
Forklift
Crane
Lowbed truck
Perencanaan rute
Tidak bisa ditangani oleh cargo reguler. Harus ditangani juga sama ekspedisi yang sudah berpengalaman
8. Dokumen & Barang Bernilai Tinggi
Butuh layanan: Secure Courier & Special Cargo
Contoh:
Arsip legal
Sertifikat
Barang seni
Barang antik
Mereka butuh:
Pengamanan ekstra
Tracking ketat
Kadang pengawalan

